Selasa, 30 September 2014

Melepaskan Ekuitas Di Saat Ada Kesempatan Realistis

Ini selalu menjadi komponen fundamental yang seharusnya kita terapkan ketika kita berinvestasi dalam properti. Semua ini tentang pengalihan risiko. Jika ekuitas yang tersisa di properti dan properti mengurangi nilai yang mungkin tidak dapat diakses lagi lewat ekuitas, sehingga investor akan  mengambil risiko. Namun, setelah properti dibiayai kembali, investor memiliki likuiditas dan kemudian risiko ditransfer ke pemberi pinjaman. Meminjam sebanyak mungkin dikenal sebagai  ‘high  gearing’.

Berikut ini contoh sederhana yang mungkin dapat menjelaskan hal ini secara lebih baik. Mari kita berasumsi bahwa dua pasangan masing-masing memiliki sebuah properti senilai investasi Rp.1.000.000.000,00 tanpa hipotek. Kami akan menyebut mereka Investor A dan B. Suatu pagi investor-investor ini bangun, menyalakan TV dan menonton berita yang mengumumkan bahwa nilai properti telah jatuh sebesar 50% di saat mereka membeli properti. Kedua properti sekarang senilai Rp.500.000.000,00. Perbedaannya adalah bahwa Investor B telah melakukan strategi yang jitu  di saat  properti mereka senilai  Rp. 1.000.000.000,00. Investor B mengikuti strategi dengan  mengajukan  hipotek pada anngka Rp. 750.000.000,00 dan menyimpan uang di bank. Mereka sekarang memiliki properti senilai Rp. 500.000.000,00 dan kredit Rp. 750.000.000,00, oleh karena itu mereka memiliki Rp.  250.000.000,00 dari ekuitas negatif! Apakah Investor B berisiko jika demikian? Ingat, mereka memiliki Rp.  750.000.000,00 di bank. Jadi apa saja yang dapat menjadi pilihan mereka? Continue Reading...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar