Rabu, 18 Februari 2015

Menyusun Keuangan Bagi Single

Perencanaan Keuangan - Kalau populasi dunia dibagi jadi lajang dan menikah, kelompok lajang tumbuh lebih cepat. Makin banyak orang memutuskan menunda pernikahan, atau bahkan tidak menikah sama sekali. Mereka sepertinya punya banyak uang dan bebas tanggungan. Ya, lajang tidak harus menanggung beban dan kewajiban keuangan rumah tangga sebesar pasutri. Tapi yang kerap dilupakan orang, mereka–tidak seperti pasutri–tidak memperoleh dukungan keuangan dan emosional dari pasangan dan anak-anak.

Banyak juga lajang yang memiliki tanggungan, mungkin orang tua mereka yang mulai berusia lanjut. Mereka harus menghadapi itu sendiri, tanpa bisa berbagi beban dengan pasangan dan anak-anak.
Karena kesendiriannya itulah lajang harus membangun sendiri jaringan keamanan mereka. Sayang, masih banyak yang tidak melakukannya. Mereka cenderung fokus ke karier dan perkembangan pribadi, lupa pentingnya infrastruktur pendukung keamanan dan kebebasan keuangan.
Kalau Anda lajang dan ingin menikmati hari-hari tua yang aman dan nyaman, rencanakan keuangan Anda!

Terapkan Pendekatan Anda Sendiri

Buatlah perencanaan yang cocok dengan tujuan, kenyamanan, dan toleransi risiko Anda. Waspada. Teliti dulu opsi apa saja yang ada. Kalau ada konsultan profesional, manfaatkan keahliannya. Hindari keputusan keuangan yang tidak sesuai dengan karakter Anda, seperti membeli produk-produk berisiko tinggi saat toleransi Anda rendah. Supaya perspektif rencana Anda tetap utuh dan jelas, jangan terlibat dalam sesuatu yang tidak Anda pahami.

Usai menetapkan strategi, jalankan strategi itu. Tapi ulas opsi-opsi yang ada di tiap titik kritis sepanjang hidup Anda, atau saat Anda merasa perlu mengubah tujuan-tujuan keuangan akibat perubahan situasi dan kondisi Continue Reading...

1 komentar:

  1. Perencanaan sangat penting dalam membantu mengelola keuangan di masa yang akan datang. pojokinvestasi.com

    BalasHapus