Kamis, 09 April 2015

Tips Agar Pindahan Rumah Anda Tak Membuat Kantong Bolong

Perencanaan Keuangan - Rasanya hampir semua orang pasti pernah mengalami yang namanya pindah rumah. Bahkan, mungkin, banyak di antara Anda yang pernah pindah rumah sampai berbelas kali.

Pindah rumah bukanlah perkara sepele. Kebanyakan orang menganggap pindah rumah merepotkan, bahkan membuat stres. Apalagi, kalau orang tersebut memiliki banyak barang yang harus dibawa ke rumah baru.

Selain itu, pindah rumah bukanlah pekerjaan yang murah. Orang yang pindah rumah kerap mengeluarkan berbagai macam biaya. Biaya yang harus dikeluarkan pun bisa jadi nilainya tidak sedikit. Karena itu, bila Anda punya niat pindah rumah, ada baiknya Anda sudah menyusun rencana sejak jauh-jauh hari. Bila tidak direncanakan secara matang, rencana Anda pindah ke rumah baru justru bisa mengganggu perencanaan keuangan keluarga Anda.

Dengan menyusun rencana kepindahan sejak jauh-jauh hari, Anda bisa memperhitungkan kebutuhan-kebutuhan yang memerlukan biaya serta berhemat untuk keperluan-keperluan lain. Jadi, Anda bisa mengatur dengan leluasa agar biaya yang harus dikeluarkan tidak sampai membengkak. “Saat Anda menentukan kapan harus pindah, saat itu Anda juga sudah harus mulai hitung biaya juga,” cetus Farah Dini, perencana keuangan dari Zeus Consulting.


Perencana keuangan memang menyatakan seseorang tidak perlu harus membuat perencanaan keuangan khusus untuk mendanai kepindahan ke rumah baru. Maklumlah, pindah rumah ini merupakan kegiatan yang pengeluaran biayanya hanya sekali. Berbeda dengan biaya pendidikan anak yang merupakan pengeluaran berulang.

Biaya pindahan

Yang perlu diingat juga, biaya yang bakal dikeluarkan saat seseorang pindah rumah bukan sekadar biaya saat pengangkutan barang dan biaya lain-lain di hari pindahan. Ada biaya-biaya lain yang bisa jadi perlu dikeluarkan oleh orang saat pindah rumah.

Misalnya saja, biaya untuk merenovasi rumah baru. Hal ini mungkin terjadi bila orang yang pindah tersebut akan pindah ke rumah kontrakan atau pindah ke rumah seken yang dibelinya. Bahkan, pindah ke rumah baru dari pengembang pun terkadang masih perlu renovasi.

Selain itu, orang yang pindah rumah ke tempat baru juga bakal harus mengurus administrasi kependudukan, seperti misalnya kartu keluarga (KK) baru dan kartu tanda penduduk (KTP) baru. Tentu saja, akan ada biaya untuk pengurusan administrasi tersebut.

Jadi, Anda yang berencana pindah sebaiknya sudah punya persiapan soal pendanaan supaya keuangan keluarga juga tidak terganggu. “Misal butuh Rp 9 juta untuk pindahan itu lumayan juga, lo, bisa jadi satu set tempat tidur,” kata Tejasari, perencana keuangan dari Tatadana Consulting.
Lalu, bagaimana caranya menyiapkan perpindahan rumah dengan ekonomis tanpa harus mengganggu perencanaan keuangan keluarga? Continue Reading...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar