Rabu, 10 September 2014

Apakah Bubble Emas Memiliki Kekuatan ‘Membunuh’ Booming Emas?


Anda tidak diragukan lagi menyadari kinerja emas yang luar biasa selama beberapa tahun terakhir, dan mungkin Anda sedikit khawatir  bahwa booming mungkin akan segera berakhir. Sebagaimana  pasar saham teknologi dari akhir 90-an atau kekacauan properti  di tahun  2007, mungkin demikian pula kekhawatiran Anda terhadap emas. Yang dewasa ini menjadi nada dalam pertanyaan investor adalah apakah emas sedang dalam ‘bubble’. Untuk mendapat jawabannya, Anda perlu penetrasi dan partisipasi dalam skala besar.

Pada akhir tahun 90an tepat sebelum NASDAQ meledak, semua orang memiliki saham teknologi. Saham teknologi membuat sebagian besar masyarakat menaruh portfolio investasi  ke dalamnya, sedangkan  penetrasi dan partisipasi di dalamnya adalah mendalam dan agresif. Lihatlah juga pada ‘bubble’ properti (dinamakan demikian karena melambungnya harga). Partisipasi begitu mendalam dan dikombinasikan dengan begitu banyak pengaruh, bahwa untuk mencairkan, harga pasar bahkan tidak perlu turun terlebih dahulu, hanya perlu berhenti supaya tidak naik lagi karena kecepatannya yang mengkhawatirkan.

Pemberi pinjaman akan meminjamkan uang kepada siapa pun. Sebaliknya, tanyakan teman-teman Anda berapa banyak dari mereka yang telah membeli satu onspun emas investasi riil, apalagi sebagian besar tabungan atau investasi mereka merupakan modal emas asli atau bahkan saham emas. Kami sudah dapat memberitahu Anda jawabannya: tidak banyak, jika ada. Emas menghasilkan  1% hingga  1,5% dari rata-rata portofolio investor Amerika saat ini, apalagi di Indonesia. Namun karena harga emas, orang bicara ‘bubble’? Continue Reading...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar