Selasa, 13 Januari 2015

Memilih Pilihan Investasi yang Tepat

Edukasi - Biarkan uang bekerja untuk kita. Pepatah ini lazim digunakan untuk mengibaratkan pentingnya berinvestasi.

Anda tidak perlu menunggu penghasilan besar. Silakan Anda memanfaatkan jurus investasi untuk memperbesar net asset. Apalagi, kini banyak instrumen investasi yang dirancang bagi perorangan.
Eko Endarto, perencana keuangan dari Finansia Consulting, membagi tipe investasi dalam tiga kelompok: investasi jangka pendek, jangka menengah, dan investasi jangka panjang. "Idealnya, kita menyisihkan minimal 20% penghasilan bulanan untuk berinvestasi," kata dia.


Golongan investor jangka pendek biasanya keluarga baru. Jika berstatus pekerja, investor tipe ini adalah orang-orang yang berada di tengah tangga kariernya. Biasanya pula, mereka masih membutuhkan banyak biaya untuk membesarkan sekaligus menyekolahkan anak.

Investasi yang pas untuk keluarga seperti ini adalah investasi jangka pendek. "Kami tak akan menyarankan keluarga dengan profil seperti ini membeli produk investasi berisiko tinggi," kata Eko.
Golongan investor jangka menengah adalah keluarga yang telah memiliki anak usia SMP atau SMA. Keluarga seperti ini sebaiknya mulai berkonsentrasi untuk investasi jangka menengah dan panjang, di luar mencukupi kebutuhan tempat tinggal ataupun mobil.

Fokus keluarga seperti ini tak lagi mencari harta, tapi memperbanyak harta. Porsi pengeluaran rutin mereka tak lagi terlalu besar dibanding penghasilan. Mereka yang masuk kelompok ini adalah orang yang sudah berumur di atas 40 tahun.

Eko menyarankan mereka membenamkan duit untuk investasi yang bersifat jangka menengah dan panjang, dengan risiko sedikit lebih tinggi.

Tipe ketiga adalah keluarga yang perlu berinvestasi jangka panjang. Mereka adalah golongan masyarakat yang telah menjelang masa pensiun, dan telah mencapai puncak karier. Ini saat paling tepat untuk melikuidasi timbunan aset Continue Reading...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar