Jumat, 31 Oktober 2014

Kisah Miliarder yang Pernah Terpuruk dan Bangkit Lagi

Tahun 1977 seharusnya menjadi tahun terbaik desainer jeans terkemuka, Tommy Hilfiger. Di usianya yang baru menginjak 25 tahun,ia sudah memiliki penghasilan enam digit. Bak jamur,  People’s Place, menjadi tempat paling populer di kalangan remaja, dan  menyebar dengan dengan cepat di New York lantaran desain pakainnya yang unik. Kehidupan percintaannya pun berjalan mulus, sang gadis pujannya, Susie Cirona menerima pinangannya.

Namun, kehidupan sukses itu begitu cepat berubah. Ibarat roller coaster, dalam sekejap kebahagiaan Hilfger berbalik menjadi keterpurukan. Resesi serta tren baru dalam dunia fashion membuat ia terlilit hutang besar. Agustus 1977, Hilfiger terpaksa menutup seluruh tokonya, ia benar-bangkrut.
“Aku sangat terpukul. Aku merasa malu. Aku mulai dari nol dan bekerja sangat keras. Kami sangat dekat untuk membuat bisnis ini benar-benar besar, tetapi saya salah besar,” ucapnya saat menulis kisahnya untuk majalah Forbes.

Pasangan yang baru menikah itu pun sampai harus pindah dan menyewa apartemen kecil di Seventh Avanue, New York. Bersama istrinya, Hilfiger mencoba bangkit, dan menawarkan desainnya ke beberapa toko. Setelah hanya sebulan dipekerjakan Jordache Enterprises, Inc dan hanya seumur jagung mendesain untuk The Bonjour, Hilfiger akhirnya sadar ia harus membangun imej baru dari desainnya.

“Aku memaksa diriku untuk belajar lika-liku bisnis, tidak hanya sekedar desain kreatif. Saya belajar bagaimana membaca neraca. Saya menemukan cara untuk mengontrol biaya dan menemukan cara untuk membangun bisnis pada anggaran yang ketat,” ucapnya.

Begitu fokusnya ia belajar dari kesalahannya, Hilfiger bahkan menolak tawaran Perry Ellis, desainer pakaian olahraga serta Puritan Fashions yang mengajaknya mendesain jeans milik Calvin Klein.
Tahun 1985, Hilfiger pun memutuskan membangun brand desainnya sendiri usai ia berkenalan dengan pengusaha asal India, Mohan Murjani. Mereka pun membangun Tommy Hilfiger Coporation. Setahun kemudian, dengan izin Murjani ia mulai menggunakan namanya sendiri sebagai merek produk hasil rancangannya Continue Reading...

1 komentar:

  1. Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

    Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

    Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

    Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

    Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

    BalasHapus